https://pekanbaru.times.co.id/
Berita

Pemerintah RI Buka Peluang Hentikan Impor Bensin pada 2027

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:53
Pemerintah RI Buka Peluang Hentikan Impor Bensin pada 2027 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia (FOTO: Putu Indah Savitri/ANTARA)

TIMES PEKANBARU, JAKARTAMenteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia membuka peluang penghentian impor bensin dengan tingkat oktan RON 92, RON 95 dan RON 98 pada 2027 - tentu bila kapasitas produksi dalam negeri mencukupi kebutuhan domestik.

“Kalau semuanya ini (RON 92, RON 95, dan RON 98) produknya sudah ada, itu berarti kita sudah tidak perlu impor lagi,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Bahlil berupaya meningkatkan kapasitas produksi kilang Indonesia terhadap ketiga jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Ia menargetkan penambahan produksi RON 92, RON 95 dan RON 98 tersebut bisa direalisasikan pada 2027.

“Impor kita (Indonesia) RON 92, RON 95 dan RON 98. Kami mau dorong agar produksinya sudah harus ada di 2027, kemungkinan di semester kedua,” ucapnya.

Menurutnya, apabila Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri ketiga jenis bahan bakar tersebut, kata dia, maka keran impor BBM akan dihentikan. 

Kebijakan untuk SPBU Swasta

Badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta seperti Shell, bp dan Vivo, juga akan membeli BBM dari Pertamina.

“Jadi, silakan beli di Pertamina. Akan tetapi, selama kapasitas produksi kita masih kurang dibandingkan konsumsi, maka tetap kita sementara impor harus dilakukan,” kata Bahlil.

Untuk saat ini, Bahlil menyampaikan SPBU swasta masih diberi kuota untuk melakukan impor bahan bakar. Akan tetapi, Bahlil masih memperhitungkan rentang angka bagi masing-masing SPBU swasta.

Pemberian kuota impor tersebut disebabkan oleh kapasitas produksi di Pertamina yang belum mencukupi permintaan yang ada.

“Untuk swasta, tetap kuota impornya kami berikan, tetapi kami lagi hitung rentangnya berapa,” kata Bahlil.

Dukungan Proyek Kilang Balikpapan

Pada Senin (12/1/2026) kemarin, Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam meresmikan proyek revitalisasi Kilang Balikpapan atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. 

Proyek tersebut dapat memotong impor bensin hingga 5,8 juta kiloliter (KL) per tahun.

Bahlil menyampaikan bahwa kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun, sedangkan produksi dalam negeri sekitar 14,27 juta KL.

Kebutuhan tersebut terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta KL per tahun, RON 92 sebesar 8,7 juta KL per tahun, serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu KL per tahun.

Ia menjelaskan, melalui optimalisasi RDMP Kilang Balikpapan, produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 dapat ditingkatkan hingga 5,8 juta KL per tahun. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Pekanbaru just now

Welcome to TIMES Pekanbaru

TIMES Pekanbaru is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.