https://pekanbaru.times.co.id/
Berita

Dari 4 Miliar Jadi 40 Miliar Dolar, Target Ambisius Ekspor Tekstil dengan BUMN Baru dan Dana Rp100 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:21
Hadapi Risiko Tarif AS, Pemerintah Bentuk BUMN Tekstil Baru dengan Arahan Presiden Prabowo Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Business Outlook 2026 Indonesian Business Council (IBC) di Jakarta, Rabu ( 14/1/2026) (FOTO: ANTARA/Bayu Saputra)

TIMES PEKANBARU, JAKARTA – Pemerintah berencana membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru khusus sektor tekstil. Langkah ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat industri tekstil dan garmen sebagai garda terdepan menghadapi risiko kebijakan tarif Amerika Serikat.

“Akan membentuk BUMN baru khusus tekstil. Tidak menghidupkan (perusahaan tekstil lama),” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesian Business Council (IBC) Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Ia menambahkan bahwa rencana ini akan dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan (roadmap) penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah menyiapkan pendanaan sebesar US$6 miliar (sekitar Rp100 triliun) melalui BPI Danantara. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, dan peningkatan ekspor sektor tekstil.

“Oleh karena itu sudah dibuat roadmap bagaimana meningkatkan ekspor kita yang dari 4 miliar (dolar AS), bisa naik ke 40 miliar (dolar AS) dalam 10 tahun, dan bagaimana pendalaman dari value chain daripada industri tekstil,” jelas Airlangga.

Menko mengakui bahwa saat ini masih terdapat kelemahan pada rantai nilai (value chain) tekstil, terutama pada produksi benang, kain, pewarnaan (dyeing), pencetakan (printing), dan penyempurnaan (finishing). Pembentukan BUMN tekstil baru diharapkan dapat mendorong modernisasi dan pendalaman industri di sektor ini.

Selain tekstil, pemerintah juga berencana memperkuat sektor elektronik, khususnya industri semikonduktor, yang masih menjadi celah besar dalam industri nasional. Investasi awal di sektor ini diperkirakan mencapai US$120–250 juta dan dapat ditingkatkan hingga US$1 miliar.

“Kita ingin menghidupkan kembali sektor semikonduktor dan Bapak Presiden mengarahkan untuk juga dilakukan investasi di sini, dan pemerintah juga menyiapkan dana untuk itu dan ini menjadi prioritas agar kita bisa defensif terhadap perang tarif yang ada sekarang,” tutur Airlangga.(*)

Pewarta : Antara
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Pekanbaru just now

Welcome to TIMES Pekanbaru

TIMES Pekanbaru is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.